THE SCIENCE OF GIVING

Sedekah (Bahasa Arab:صدقة; transliterasi: sadakah) adalah pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik. Dalam sebuah hadis digambarkan, “Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah sedekah.”

Kita sudah mengetahui anjuran untuk bersedekah sudah ada sejak ada zaman dahulu kala. Banyak sekali motivator yang berujar bahwa dengan memberi maka rezeki kita akan berlipat ganda. Begitu juga ajaran di semua agama, sedekah ditempatkan sebagai salah satu pokok kebaikan utama untuk meraih kebahagiaan. Hasilnya, orang-orang yang mengalokasikan uangnya untuk berbagi dengan orang lain jauh lebih bahagia dibandingkan dengan yang menghabiskan uangnya untuk diri sendiri. Dan salah satu cara orang untuk menunjukkan kesejahteraan adalah dengan memberikan uang secara cuma-cuma (sedekah). Kedermawanan memang pantas diberi tempat yang khusus dalam kehidupan. Tak heran jika semua agama menempatkan sedekah (tak selalu berbentuk uang) sebagai salah satu pokok ajarannya.

MEMBERI ITU MEMBAHAGIAKAN SANG PEMBERI

  • Sebagian orang percaya, menggunakan uang untuk diri sendiri lebih menyenangkan ketimbang memberikannya ke orang lain
  • FAKTA : Dalam sebuah riset, masing-masing peserta diberi uang Rp.73 ribu, mereka diberi dua pilihan, membelanjakannya untuk diri sendiri atau memberikannya ke orang lain. Setelah diteliti, grup yang memilih untuk memberikan ke orang lain merasa lebih bahagia.

INILAH YANG TERJADI SAAT  KITA BERBAGI

  • Tubuh melepaskan oksitosin, biasa dikenal sebagai hormon cinta karena sering muncul saat kita berhubungan intim dan efektif meredakan stres.
  • Berdasarkan riset, satu pemberian / kebaikan akan menginspirasinbanyak kebaikan lain laiknya efek domino.
  • Kadar oksitosin yang dilepaskan tubuh akan membuat kita makin berempati kepada orang lain dan ini menular (kepihak penerima). Setidak-tidaknya hingga 2 jam kedepan.
  • Itulah kenapa, orang yang menerima kebaikan biasanya ingin membalas kebaikan yang diterimanya atau melakukan kebaikan juga ke orang lain
  • Saraf kesenangan di otak menyala, seolah-olah kita menjadi pihak penerima bukan pemberi
  • Hormon endorphin (zat kimia yang berkorelasi dengan rasa senang dan imunitas) dalam tubuh terpacu.

5 SEDEKAH SEDERHANA PEMANCING KEBAIKAN BERANTAI

  • Membayar tiket tol mobil dibelakang kita
  • Memberikan bangku di bis atau kereta kepada orang lain yang membutuhkan
  • Saat sedang berjalan kaki, pungutlah 5 sampah dijalan dan buang ketempatnya
  • Kirim catatan ucapan terima kasih kepada guru atau pelatih anak kita
  • Undang tetangga yang tinggal sendirian untuk makan bersama dirumah

PENGARUH SEDEKAH BAGI KESEHATAN

  • Orang yang rutin menolong teman / tetangganya memiliki risiko kematian yang lebih rendah dalam periode 5 tahun ketimbang yang tidak
  • Orang yang rutin berbagi mempunyai daya tahan tubuh lebih bagus dalam menghadapi penyakit kritis termasuk HIV dan serangan jantung
  • Sekitar 76% orang yang aktif dalam kegiatan sosial mempunyai kesehatan yang lebih bagus dibandingkan yang tidak
  • Perilaku pelit akan meningkatkan hormon pemicu stress didalam tubuh.

(Sumber : dari berbagai sumber)

Penulis: 
Nina
Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi

Artikel

18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi
18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi
18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi
18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi
18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi