PENYUSUNAN PENATAAN FISIK ARSIP AKTIF

Salah satu fungsi yang berkaitan dengan eksistensi instansi dalam Pemerintahan daerah adalah fungsi instansi sebagai  pelaksana urusan pemerintahan dan pembangunan daerah dengan pemerintah pusat. Dalam setiap pelaksanaan fungsi tersebut, instansi menyimpan arsip sebagai rekaman kegiatan instansi sejak Instansi terbentuk hingga sekarang yang hakekatnya menjadi sumber ingatan akan keberhasilan, kegagalan, perubahan dan fenomena lainnya. Dalam upaya mengembangkan dan melestarikan ingatan itu, instansi berupaya melestarikan ‘ingatan’ tersebut dalam bentuk arsip, dalam bentuk apapun yang dimiliki instansi. 

Instansi sebagai pencipta arsip berkewajiban menyimpan, memelihara dan menyelamatkan arsip dinamis. dengan demikian setiap arsip yang tercipta di instansi baik itu arsip yang berasal dari fasilitatif maupun subtanstif instansi harus ditata, diamankan fisik dan informasinya. Kegiatan pelestarian arsip tersebut dimulai dari penyimpanan di tempat penyimpanan Arsip. Dilanjutkan kemudian dengan pemeliharaan dan pengamanan arsip.

Pengamanan dan perlindungan dapat dilakukan dengan baik apabila fisiknya telah tertata. Dengan kondisi arsip yang tertata secara fisik diharapkan dapat memudahkan akses dan layanan arsip. Prosedur Penataan Fisik Arsip ini merupakan acuan kerja dalam pelaksanaan kegiatan penataan arsip instansi. Hal ini diperlukan untuk memberikan pedoman yang baku dalam melaksanakan tugas, sehingga di samping mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan juga dapat meningkatkan kualitas kerja, sehingga setiap tahap kegiatan akan dapat dinilai hasilnya lebih tepat.

Penulis: 
Ibadiah Mahmuda
Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi

Artikel

18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi
18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi
18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi
18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi
18/01/2018 | Badan Penghubung Provinsi