NIKAH SIRIH DALAM ISLAM

Munculnya situs www.nikahsirri.com yang menawarkan paket pernikahan siri menjadi perbincangan publik setelah diungkap kasusnya oleh kepolisian. Situs itu menawarkan kepada klien baik pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan secara mudah dan diklaim  penuh kepastian. Dengan tagline " Nikah siri, Mengubah Zina Menjadi Ibadah", situs nikah siri mampu menarik ribuan orang bergabung di dalamnya.

Aris Wahyudi (49), merupakan pemilik sekaligus pendiri situs nikahsirri.com. Tim Cybercrime Krimsus Polda Metro Jaya menangkap Aris pada Minggu.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan mengatakan, Penangkapan Aris dilakukan setelah Tim Cybercrime Krimsus Polda Metro Jaya menelusuri situs nikahsirri.com sejak Jumat.

Situs itu mulai diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Sabtu (23/9/2017) karena terindikasi memuat konten pornografi dan menyediakan fasilitas lelang perawan yang menjurus ke arah perdagangan manusia.

Dalam penangkapan Aris, polisi menyita barang bukti berupa laptop, empat topi berwarna hitam bertuliskan "Partai Ponsel," dua kaus berwarna putih bertuliskan "Virgins Wanted," dan satu buah spanduk hitam bertuliskan "Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political."

Polisi menyebutkan, bisnis menjadi motif Aris mendirikan situs nikahsirri.com. Aris mengaku mengambil keuntungan sebesar 20 persen dari transaksi tiap kliennya.

Aris ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Dia dikenakan Pasal Undang-Undang Pornografi dan Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Sejak diluncurkan pada 19 September 2017, Aris telah berhasil menjaring lebih dari 2.700 klien melalui situs nikahsirri.com.

Menurut Adi, sebutan klien diberikan bagi mereka yang ingin menggunakan situs tersebut atau memilih dan mencari pasangan, sedangkan mitra adalah mereka yang mendaftarkan diri untuk menjadi suami atau istri siri, penghulu, dan bahkan saksi atau dengan kata lain sebagai pihak yang dipilih.

Kata siri berasal dari bahasa Arab yaitu sirri atau sir yang berarti rahasia. Keberadaan nikah siri dikatakan sah secara norma agama tetapi tidak sah menurut norma hukum, karena pernikahan tidak dicatat di Kantor Urusan Agama.

Kata siri yang berarti rahasia, hal tersebut merujuk pada rukun Islam tentang perkawinan yang menyatakan perkawinan sah apabila diketahui oleh orang banyak. Namun etimologi tersebut berubah di Indonesia, nikah siri berarti nikah yang tidak dicatat oleh negara. Hal ini tertuang pada UU No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan tertulis pada Bab I dasar perkawinan pasal 2 ayat 2 : Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seorang anak yang sah menurut undang-undang yaitu hasil dari perkawinan yang sah. Ini tercantum dalam UU No.1 tahun 1974 tentang Pernikahan, Pasal 42 Ayat 1: Anak yang sah adalah anak-anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah.

Hal ini merujuk bahwa status anak memiliki hubungan darah dengan kedua orangtuanya. Dalam beberapa kasus tentang hak anak hasil nikah siri terdapat kesusahan dalam pengurusan hak hukum seperti nafkah, warisan, maupun akta kelahiran.

Status anak nikah siri karena tidak dicatat oleh negara maka status anak dikatakan di luar nikah. Secara agama, status anak dari hasil nikah siri mendapat hak sama dengan anak hasil perkawinan sah berdasarkan agama yang tidak selaras dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hal ini bertentangan dengan perundang-undangan yang dinyatakan dalam UU No.1 Tahun 1974 Pasal 43 Ayat 1: Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. Sehingga risiko akibat ketidaktahuan perempuan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia menyebabkannya termasuk golongan yang merugi akibat dari kebodohannya sendiri.

Hukum Nikah Siri Tanpa Diketahui Istri Pertama Di Islam

Kali ini kami akan memberikan penjelasan mengenai Nikah siri tanpa diketahui istri pertama setelah sebelumnya kami sudah membahas secara jelas mengenai hukum nikah siri tanpa sepengetahuan orang tua wali yang memang jauh lebih menjurus ke anak muda yang ingin menikah siri, sedangkan kali ini kami akan menjelaskan secara detail untuk orang yang sudah menikah namun kemudian nikah siri tanpa diketahui istri pertama.

Memang banyak sekali orang yang menikah siri tanpa diketahui istri pertama dan hal itu memang kerap terjadi dan memicu adanya perceraian, biasanya ini terjadi karena pekerjaan yang mengharuskan suami keluar kota atau mungkin keluar negeri sehingga tidak memungkinkan untuk setiap hari pulang kerumah, dan hal tersebut merupakan salah satu masalah yang kadang memicu terjadi hal seperti ini

Terkadang Istri langsung meminta perceraian karena mendengar suami sudah menikah lagi dengan wanita lain dan melakukan praktek nikah siri tanpa diketahui istri pertama yang membuat istri merasa di khianati cintanya karena hal tersebut, dan kali ini kami akan memberikan penjelasan agar anda tidak salah paham mengenai hal ini dan mengerti apa itu hukumnya didalam agama islam

Dan hal yang pertama kami tegaskan untuk anda itu adalah poligami, Agama Islam itu memang memperbolehkan adanya poligami, namun bukan berarti Agama Islam ini merendahkan wanita atau memberikan izin untuk laki-laki bisa semena-mena terhadap istri, Poligami ini terikat aturan yang jelas untuk orang yang melakukan poligami ini, dan siapapun orangnnya yang melakukan poligami namun tidak mau untuk menjalankan aturannya maka orang tersebut termasuk dalam golongan orang yang tidak baik

Dan Salah satu hal yang memang dituntut untuk orang yang melakukan poligami adalah , harus bisa bersikap adil baik pada materi ataupun pada nafkah lahir dan batin, dan sumai yang berpoligami itu diwajibkan untuk bias memberikan nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sama terhadap semua istrinya, dan suami yang berpoligami itu wajib memberikan jatah gilir waktu kunjung atau waktu berdua yang sama, dan jika tidak bisa menjalankan aturan tersebut Agama Islam sangatlah melarang melakukan poligami.

Untuk bisa memberikan sikap adil untuk semua istrinya maka secara otomatis persyaratan poligami itu adalah memberitahukan atau harus diketahui oleh istri pertama atau semua istrinya jika istrinya sudah lebih dari satu, karena seorang suami itu tidak akan mungkin bisa bersikap adil kalau hubungannya saja tidak diketahui oleh istri pertamanya, dan jika tetap melakukan praktek poligami ini tanpa diketahui oleh istri pertamanya maka akan sangatlah sulit untuk bisa bersikap adil, walaupun syarat untuk berpoligami itu tidak harus diizinkan oleh istri pertamanya namun poligami ini juga harus diketahui oleh istri pertama, dan hal yang perlu digaris bawahi disini adalah masalah izin itu berbeda dengan memberi tahu atau diketahui, namun sebagian Ulama sudah menegaskan untuk bisa mewujudkan kemaslahatan atau hubungan harmonis di keluarga, memberikan ketenangan dan juga kebahagiaan berkeluarga, sebaiknya suami yang akan berpoligami itu harus meminta izin pada istrinya . Dan selanjutnya adalah untuk masalah istri pada praktek poligami ini, karena Agama Islam juga selalu memperhatikan martabat seorang wanita, Agama Islam ini memberikan hak untuk menuntut suami yang berpoligami untuk menunaikan semua hak dan juga kewajibannya sebagai suami, karena mereka memiliki hak unutk menuntut suami untuk bisa bersikap adil untuk semua istrinya dan bisa memberikan materi yang layak, dan apabila tuntutan pokok ini tidak bisa dipenuhi oleh suami maka istri memiliki hak untuk menggugat cerai suami, seperti yang sudah dijelaskan Syaikh Abdullah bin Jibrin {fatwa Islam nomer 1859}, dan semua hal ini memang memiliki tujuan agar terciptanya sikap adil dan juga bisa bersikap baik, karena memang Allah SWT hanya memerintahkan yang adil.

Hukum Nikah Siri Tanpa Diketahui Istri Pertama bisa disimpulkan Haram karena suami itu tidak akan bisa bersikap adil kalau melakukan hubungan dengan sembunyi-sembunyi, sedangkan syarat untuk berpoligami itu harus bisa bersikap adil, untuk anda yang mungkin memiliki masalah serupa lebih baik anda mencari tahu kebenarannya tentang suami yang menikah lagi kemudian anda perlu membicarakan dengan baik dengan suami anda apakah benar berita-berita tersebut.

Penulis: 
Nurul Ihsan
Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi

Artikel

21/05/2018 | Badan Penghubung Provinsi
21/05/2018 | Badan Penghubung Provinsi
21/05/2018 | Badan Penghubung Provinsi
21/05/2018 | Badan Penghubung Provinsi
09/05/2018 | Badan Penghubung Provinsi